Dua orang prajurit SS (tampaknya bersaudara!) dengan perlengkapan rampasan dari Amerika. Foto ini diambil di Metz tanggal 4 Oktober 1944. Dari penuturan anggota keluarga orang yang ada di foto ini, diceritakan bahwa salah satu dari kedua prajurit di atas tewas dalam pertempuran tak lama setelah foto ini dibuatSekelompok Fallschirmjäger sedang menginspeksi sebuah Thompson M1928/M1 submachine gun Amerika hasil rampasan di wilayah Tunisia yang berbatasan dengan Aljazair, Afrika Utara, tahun 1943. Foto oleh Kriegsberichter Wörner dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika". Dalam foto close-up terlihat bahwa Fallschirmjägerdi kiri mengenakan jaket penerjun kamuflase Splittermuster, sementara yang di kanan standar warna hijau
Fallschirmjäger dengan senapan mesin Maxim hasil rampasan
Kru anti-tank SS. Yang di depan menggunakan ZB-26
Prajurit Jerman berlatih menembak menggunakan Degtyarev buatan Rusia
Tentara darat Luftwaffe dengan senjata Lee-Enfield hasil rampasan dari Inggris
Para prajurit ini berasal dari I./Polizei Regiment Bozen. Mereka diperlengkapi dengan tiga buah Beretta M.A.B 1938/A
Yang paling dekat kamera memakai senjata Zb.26/Mg.26 produksi Cekoslowakia
Meskipun foto ini begitu jelasnya dan berwarna seakan-akan foto reenactment, tapi ini asli dari zaman Perang Dunia II! Yang ini adalah rifle anti-tank asal Polandia dengan nama : Karabin Przeciwpancerny Ur (belibet belibet dah tuh mulut!)
Serdadu Jerman merangkak di hutan Rusia yang lebat dengan senjata PPSh-41
Ini salah satu foto yang banyak beredar di internet yang memperlihatkan seorang prajurit Gebirgsjäger dengan senapan mesinnya. Kebanyakan kecele dengan mengatakan bahwa senapan mesin yang dipegangnya adalah Maschinengewehr 34 (MG 34), padahal yang benar adalah senapan mesin hasil rampasan bernama Solothurn M30 yang diproduksi barengan oleh dua negara, Austria dan Hungaria
Prajurit Heer dengan rifle SVT-40 hasil rampasan
SS-Unterscharführer yang juga anggota Feldgendarmerie (Polisi Militer) berpose dengan SVT-40 yang telah dilengkapi dengan bayonet
Ini bukan Pinokio sodara-sodara, melainkan anggota dari Brigade Dirlewanger dengan senapan rampasan PPSh-41
Tentara Jerman di Front Timur biasanya senang sekali kalau disuruh memakai senjata hasil rampasan Soviet, soalnya senjata mereka lebih awet dan tahan menghadapi cuaca ekstrim yang dinginnya minta ampun di Rusia, seperti contoh senapan mesin PPD-40 di atas
Tentara Jerman berpose dengan Degtjarjow DP 1928
Prajurit Jeman dengan SVT-40 sitaan
Tentara Jerman di sebelah kiri memegang senapan mesin PPSh-41 buatan Rusia model awal
Kalau masih nggak mengerti dengan teks bahasa Inggris di atas, tenaaaang, ada Om Alif! Hehehe... Artinya adalah : tangtara Jerman nyita sabaraha biji bedil ti urang Inggris, hasil gegelutan di Dieppe. Tah nu di luhur eta salah sahiji tangtara anu nyepeng bedil bren Thompson
SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Artur "Papa" Phleps meneliti senjata Sten MK-II hasil rampasan dari para partisan YugoslaviaSumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.en.wikipedia.org
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2incolor.com


1 comment:
cool... tapi mulut ane jadi besos, ... susah banget ngucapin tulisab bhs jerman
Post a Comment